Kepada Pria yang Takut Tehnya Habis,
Pagi ini
Aku memikirkan akan hangatnya senyummu
Teduhnya wajahmu
Tak beraturannya rambutmu
Serta tajamnya tatapan matamu
Di ruang yang luas ini
Aku menyulam harapan
Akan sebuah kebersamaan
Bersama ganjilnya perasaan
Masih di pagi ini
Aku masih memunguti huruf yang berserakan di lantai
Aku tahu saat ini kamu senang menyendiri ke pantai
Serta segala harap membuat tubuhku gontai
Masih di ruang yang luas ini
Aku rasa surat ini mengandung hukum kontradiksi yang bagus
Yang suatu pernyataan tidak mungkin benar dan salah sekaligus
Masih di pagi dan di ruang yang luas ini
Aku nikmati sentuhan jemariku di dinding luar cangkir teh manis panas berwarna putih
Mataku masih terpaku akan gambar wajahmu di samping cangkir teh manis panas ini
Apa yang terjadi?
Aku menemukan jawaban dari segala yang tak pernah aku pertanyakan di sudut hatiku
Dari,
Penikmat Teh Manis Hangat Pagi ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar