 |
| Selamat datang Cobra !!! |
Hai pembaca semuanya .. Kali ini gue akan sedikit bercerita
(kalo banyak nanti pembaca merasa bosan lagi yah, atau gue yang merasa capek)
tentang sebuah perjalan gue bersama Cobra . Ah sudah tidak asing lah di telinga
kalian tentang Cobra ini . Kalau kalian sering membaca blog ini pasti sudah tau
apa dan siapa itu Cobra . Untuk kalian yang belum tahu siapa itu Cobra silahkan
sejenak membaca-baca blog gue di bagian yang ada kata-kata Cobra nya . Ah sudah
cukup bercerita tentang Cobra nya, ini kapan cerita nya yeuh . Ok mulai , loh
daritadi juga udeh mulai kali . Ok ini beneran dimulai ceritanya . Jadi gini,
pertengahan tahun 2011 (duh udeh basi juga ya diceritain tahun 2013), gue dan
Cobra punya niat untuk mengisi waktu luang yang sebenarnya kebanyakan waktu
luang dibanding waktu yang diisi *apasih, ke salah satu pulau di Kepulauan
Seribu , Pulau Tidung . Sehari sebelum pergi kesana gue dan beberapa anak-anak
Cobra mencoba survey lokasi di Muara Angke supaya tahu kapal ke Pulau Tidung
itu adanya jam berapa . Setelah mendapatkan informasi yang cukup akhirnya gue
dan teman-teman yang tadi pulang ke Depok (lah rumah lo kan di Bekasi Mal), iya
karena gue akan nebeng sama temen gue yang kebetulan motornya dia ada di Depok
. Sampe lah gue di Bekasi (biar cepet lah yah). Setelah packing dan
mempersiapkan diri (tidur misalnya), jam 04.00 (belum subuh kalo di Bekasi sih)
HP gue udah rame sama tlp dari anak-anak Cobra . Tapi apa boleh buat dong, mata
masih terasa ngantuk . Tapi akhirnya terbangun juga setelah mendengar kabar
bahwa NaOH (teman se-Kota gue) udah sampe depan rumah #huft lah yah . Gue dan
NaOH menuju Depok untuk kumpul di kosan (kosan siapa Mal ? engga tau ah nanya
mulu, yang pasti itu di Depok) . Setelah sholat subuh, gue dan Cobra (yang ikut
sih Cuma Ambar, Fariz, NaOH, Bulp, Rammad, Akbar, Saepi, Udin) berangkat menuju
Pasar Rebo, selanjutnya menuju muara angke dengan kendaraan umum dan padatnya
kendaraan di Ibu Kota Jakarta ini (yang kata orang sih Ibu Kota lebih kejam
daripada Ibu Tiri #terlalu), ini menjadikan gue dan Cobra telat sampai Muara
Angke. Kapal (eh kapal apa perahu sih itu namanya , ya itulah yah) akan
berangkat jam 07.00 tapi gue dan Cobra baru sampai di Muara Angke sekitar jam
07.30 . Duh panik banget deh waktu itu . Antara jadi berangkat ke Pulau Tidung,
ganti tujuan ke Pulau lain , atau malah balik lagi pulang ke Bekasi . Akhirnya
gue dan Cobra mencoba dengan sekuat tenaga agar kapal itu tidak terlalu jauh .
Singkat cerita kapal yang sudah pergi meninggalkan Muara Angke yang belum
terlalu jauh akhirnya balik lagi ke Muara Angke (keren kan ? engga Mal biasa
aja -__-). Sungguh besar sekali karunia
yang Allah SWT berikan yah teman-teman (bukan ceramah) . Kapal goyang kapten ,
ombak kencang, kepala pusing dan pengen muntah, mabok laut sepertinya (ga
papalah yah daripada mabok janda *apatau) . Oh ya, waktu itu harga untuk sampai
di Pulau Tidung dari Muara Angke sekitar Rp 37.000 (ya pokoknya ga sampai Rp
40.000 itu sih tahun 2011 ya :p) . Setelah tiga jam terombang-ambing di lautan
akhirnya penderitaan gue berakhirnya juga .
 |
| Luntang-lantung nyari tempat berteduh *huft |
 |
| Kecapean aja masih teteup eksis |
 |
| Tanpa NaOH |
 |
| Senja |

Pulau Tidung........yang terlintas cuma satu setelah gue
dan Cobra sampai di tempat tujuan kami yaitu “kita bakal tidur dimana?” .
Biasanya kalau jalan dengan anak-anak Cobra kita lebih memilih serba dadakan,
entahlah ini yang di sebut orang-orang dengan isitilah Backpackeran atau ngebolang. Turun dari kapal bersama beberapa
orang yang gue juga tidak mengenalnya . Sampai orang itu sudah masuk ke dalam homestay mereka dan sepi, kami pun masih
keliling pulau, luntang-lantung mencari tempat untuk berteduh (*tsaaaah) .
Setelah mengitari pulau akhirnya kami mendapat homestay yang murah meriah sesuai dengan kantong anak kuliah di
Depok (lah emg beda anak kuliah di Depok atau di Bogor *entahlah) . Siang sangat
terasa panas , akhirnya gue dan Cobra hanya menikmati kesejukan AC di dalam
kamar (bukan kamar mandi apalagi kamar mayat #garing lo Mal). Sore telah tiba,
berharap menikmati senja di pulau ini . Gue dan Cobra pun melangkah untuk
segera mendekati senja , walau yang lain banyak yang naik sepeda kami tetap
jalan kaki . Tiba di tempat yang sangat indah, lebih indah lagi ada ubur-ubur
di sekitaran situ . Selesai dan puas menikmati senja, gue dan Cobra kembali ke homestay . Malam pun terasa gelap dan
sepi . Ada beberapa warga yang menyarankan tidak keluar rumah pada malam hari .
Gue sih tetep di homestay, tapi
ternyata setelah gue tidur pulas beberapa anak-anak Cobra malah keuar homestay main-main di pantai *huft
banget .
 |
| Tertawa bersama |
 |
| Di Jembatan Cinta *ngeaaa |
 |
| Iya , gue tau sendalnya jelek -__- |
 |
| Keren kan ? |
 |
| Ini baru COBRA |
 |
| Bening |
Pagi Pulau Tidung, gue dan Cobra mencari sarapan di
sekitaran homestay . Tak sulit untuk
mendapatan nasi uduk di sini . Karena Pulau Tidung sudah ramai dan berpenghuni,
ada sekolah , ada Masjid, ada banyak sepeda bahkan motor (tapi gue gatau di
situ banyak jomblo apa engga). Cuma yang engga ada sih mobil , soalnya selama
di sana gue nyari-nyari mobil atau angkot aja engga ada . Selesai sarapan gue
dan Cobra (kecuali NaOH, karena NaOH lebih memilih tidur di homestay daripada ikut menikmati pantai)
menuju Jembatan Cinta . Keren kan teman se-Kota gue itu (NaOH) yang lain kalo
mau jalan-jalan yaa nikmatin fasilitas yang disediakan lah dia malah tidur di
kamar ber-AC (eh itu juga salah satu bentuk nikmatin fasilitas yah) , ah sudah
jangan ngomongin NaOH, emang manusia paling beda dia sih . Gue kira NaOH
bakalan nyusul kita ke jembatan cinta eh ternyata dia tetep banget ke Pulau
Tidung cuma buat tidur . Adakah teman kalian yang lagi liburan gini Cuma tidur
di homestay ?

 |
| Jalan lurus menuju Pulau Tidung Kecil |
 |
| Kisah Si Alay dan Tukang Pel Kapal |
 |
| Bersiap kembali ke habitat semula |
Singkat cerita (daritadi singkat mulu), gue dan Cobra balik
ke Depok dari Muara Angke . Apapun tujuannya Depok selalu menarik gue buat
kembali. Entah karena kampus gue di situ, entah karena gue nebeng temen se-Kota
gue . Bukan apa apa dari Pulau Tidung, hanya saja kebersamaan yang selalu
melahirkan gelak tawa . Sekian . Terimakasih .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar