Nirmala

Senin, 18 November 2013

Kesandung di Pulau Tidung

Selamat datang Cobra !!!


Hai pembaca semuanya .. Kali ini gue akan sedikit bercerita (kalo banyak nanti pembaca merasa bosan lagi yah, atau gue yang merasa capek) tentang sebuah perjalan gue bersama Cobra . Ah sudah tidak asing lah di telinga kalian tentang Cobra ini . Kalau kalian sering membaca blog ini pasti sudah tau apa dan siapa itu Cobra . Untuk kalian yang belum tahu siapa itu Cobra silahkan sejenak membaca-baca blog gue di bagian yang ada kata-kata Cobra nya . Ah sudah cukup bercerita tentang Cobra nya, ini kapan cerita nya yeuh . Ok mulai , loh daritadi juga udeh mulai kali . Ok ini beneran dimulai ceritanya . Jadi gini, pertengahan tahun 2011 (duh udeh basi juga ya diceritain tahun 2013), gue dan Cobra punya niat untuk mengisi waktu luang yang sebenarnya kebanyakan waktu luang dibanding waktu yang diisi *apasih, ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu , Pulau Tidung . Sehari sebelum pergi kesana gue dan beberapa anak-anak Cobra mencoba survey lokasi di Muara Angke supaya tahu kapal ke Pulau Tidung itu adanya jam berapa . Setelah mendapatkan informasi yang cukup akhirnya gue dan teman-teman yang tadi pulang ke Depok (lah rumah lo kan di Bekasi Mal), iya karena gue akan nebeng sama temen gue yang kebetulan motornya dia ada di Depok . Sampe lah gue di Bekasi (biar cepet lah yah). Setelah packing dan mempersiapkan diri (tidur misalnya), jam 04.00 (belum subuh kalo di Bekasi sih) HP gue udah rame sama tlp dari anak-anak Cobra . Tapi apa boleh buat dong, mata masih terasa ngantuk . Tapi akhirnya terbangun juga setelah mendengar kabar bahwa NaOH (teman se-Kota gue) udah sampe depan rumah #huft lah yah . Gue dan NaOH menuju Depok untuk kumpul di kosan (kosan siapa Mal ? engga tau ah nanya mulu, yang pasti itu di Depok) . Setelah sholat subuh, gue dan Cobra (yang ikut sih Cuma Ambar, Fariz, NaOH, Bulp, Rammad, Akbar, Saepi, Udin) berangkat menuju Pasar Rebo, selanjutnya menuju muara angke dengan kendaraan umum dan padatnya kendaraan di Ibu Kota Jakarta ini (yang kata orang sih Ibu Kota lebih kejam daripada Ibu Tiri #terlalu), ini menjadikan gue dan Cobra telat sampai Muara Angke. Kapal (eh kapal apa perahu sih itu namanya , ya itulah yah) akan berangkat jam 07.00 tapi gue dan Cobra baru sampai di Muara Angke sekitar jam 07.30 . Duh panik banget deh waktu itu . Antara jadi berangkat ke Pulau Tidung, ganti tujuan ke Pulau lain , atau malah balik lagi pulang ke Bekasi . Akhirnya gue dan Cobra mencoba dengan sekuat tenaga agar kapal itu tidak terlalu jauh . Singkat cerita kapal yang sudah pergi meninggalkan Muara Angke yang belum terlalu jauh akhirnya balik lagi ke Muara Angke (keren kan ? engga Mal biasa aja -__-).  Sungguh besar sekali karunia yang Allah SWT berikan yah teman-teman (bukan ceramah) . Kapal goyang kapten , ombak kencang, kepala pusing dan pengen muntah, mabok laut sepertinya (ga papalah yah daripada mabok janda *apatau) . Oh ya, waktu itu harga untuk sampai di Pulau Tidung dari Muara Angke sekitar Rp 37.000 (ya pokoknya ga sampai Rp 40.000 itu sih tahun 2011 ya :p) . Setelah tiga jam terombang-ambing di lautan akhirnya penderitaan gue berakhirnya juga . 


Luntang-lantung nyari tempat berteduh *huft

Kecapean aja masih teteup eksis

Tanpa NaOH

Senja




Pulau Tidung........yang terlintas cuma satu setelah gue dan Cobra sampai di tempat tujuan kami yaitu “kita bakal tidur dimana?” . Biasanya kalau jalan dengan anak-anak Cobra kita lebih memilih serba dadakan, entahlah ini yang di sebut orang-orang dengan isitilah Backpackeran atau ngebolang. Turun dari kapal bersama beberapa orang yang gue juga tidak mengenalnya . Sampai orang itu sudah masuk ke dalam homestay mereka dan sepi, kami pun masih keliling pulau, luntang-lantung mencari tempat untuk berteduh (*tsaaaah) . Setelah mengitari pulau akhirnya kami mendapat homestay yang murah meriah sesuai dengan kantong anak kuliah di Depok (lah emg beda anak kuliah di Depok atau di Bogor *entahlah) . Siang sangat terasa panas , akhirnya gue dan Cobra hanya menikmati kesejukan AC di dalam kamar (bukan kamar mandi apalagi kamar mayat #garing lo Mal). Sore telah tiba, berharap menikmati senja di pulau ini . Gue dan Cobra pun melangkah untuk segera mendekati senja , walau yang lain banyak yang naik sepeda kami tetap jalan kaki . Tiba di tempat yang sangat indah, lebih indah lagi ada ubur-ubur di sekitaran situ . Selesai dan puas menikmati senja, gue dan Cobra kembali ke homestay . Malam pun terasa gelap dan sepi . Ada beberapa warga yang menyarankan tidak keluar rumah pada malam hari . Gue sih tetep di homestay, tapi ternyata setelah gue tidur pulas beberapa anak-anak Cobra malah keuar homestay main-main di pantai *huft banget . 


Tertawa bersama

Di Jembatan Cinta *ngeaaa

Iya , gue tau sendalnya jelek -__-

Keren kan ?

Ini baru COBRA

Bening




Pagi Pulau Tidung, gue dan Cobra mencari sarapan di sekitaran homestay . Tak sulit untuk mendapatan nasi uduk di sini . Karena Pulau Tidung sudah ramai dan berpenghuni, ada sekolah , ada Masjid, ada banyak sepeda bahkan motor (tapi gue gatau di situ banyak jomblo apa engga). Cuma yang engga ada sih mobil , soalnya selama di sana gue nyari-nyari mobil atau angkot aja engga ada . Selesai sarapan gue dan Cobra (kecuali NaOH, karena NaOH lebih memilih tidur di homestay daripada ikut menikmati pantai) menuju Jembatan Cinta . Keren kan teman se-Kota gue itu (NaOH) yang lain kalo mau jalan-jalan yaa nikmatin fasilitas yang disediakan lah dia malah tidur di kamar ber-AC (eh itu juga salah satu bentuk nikmatin fasilitas yah) , ah sudah jangan ngomongin NaOH, emang manusia paling beda dia sih . Gue kira NaOH bakalan nyusul kita ke jembatan cinta eh ternyata dia tetep banget ke Pulau Tidung cuma buat tidur . Adakah teman kalian yang lagi liburan gini Cuma tidur di homestay ? 



Jalan lurus menuju Pulau Tidung Kecil






Kisah Si Alay dan Tukang Pel Kapal

Bersiap kembali ke habitat semula



Singkat cerita (daritadi singkat mulu), gue dan Cobra balik ke Depok dari Muara Angke . Apapun tujuannya Depok selalu menarik gue buat kembali. Entah karena kampus gue di situ, entah karena gue nebeng temen se-Kota gue . Bukan apa apa dari Pulau Tidung, hanya saja kebersamaan yang selalu melahirkan gelak tawa . Sekian . Terimakasih



Tidak ada komentar:

Posting Komentar