Nirmala

Rabu, 05 Februari 2014

Hari Ke-6 30 Hari Menulis Surat Cinta PINK

Pink bukan aku
Pink bukan kamu
Pink juga bukan kita
Pink adalah pink

Pink bukan merah
Pink bukan putih
Pink juga bukan merah putih
Pink adalah pink

Pink bukan romantis
Pink bukan melankolis
Pink juga bukan apatis
Pink adalah pink

Pink bukan harapan
Pink bukan kepastian
Pink juga bukan ketidakpedulian
Pink adalah pink

Hey pink ....
Jika pink bukan warna ,
Lalu siapakah sebenarnya pink itu ?

Pink adalah pink

Kalau masih bingung mari lemparkan jutaan tanda tanya untuk pink !
Barangkali pink akan menjawabnya...

Selasa, 04 Februari 2014

Hari Ke-5 30 Hari Menulis Surat Cinta Untuk Nar yang Sedang Bersedih , dari Nir

"Gelar yang pasti kita dapat yaitu ALMARHUM/ALMARHUMAH"

Jam 4 pagi aku bangun , hujan dan ku baca status bbm mu.  Isinya tentang dukamu , ayahmu telah tiada . Aku bertanya sekedar memastikan karena sedikit tidak percaya tentang kejadian itu .

Hujan yang deras kemarin pagi mungkin menuangkan segala luapan rasa sedih mu . Kita memang tidak pernah tahu , tapi kita masih bisa berdoa .

Masih jelas ku ingat , ketika kamu bercerita tentang sesosok yang amat berharga dalam hidup mu . Kamu bilang kalau kamu selalu belajar mengaji sehabis subuh dengan beliau . Subhanallah . Lalu sekarang jika beliau telah tiada aku percaya kamu akan selalu melakukannya , lebih rajin mungkin.

Kamu juga bilang belum bisa membahagiakannya . Sedikit kalimat yang aku rasa itu adalah kalimat penyesalanmu . Tapi tidak , aku rasa kamu telah membahagiakan beliau . Setidaknya kamu kan sudah lulus , sudah meraih gelar ST dan menurutku itu sudah membahagiakan beliau.

Kamu masih sedih ? Ketika jenazah ayahmu dibawa ke Sukabumi untuk disemayamkan ? Pertanyaan itu seharusnya tidak perlu ku tanyakan . Sebab aku juga tahu jawab dari segala pertanyaanku.

Seminggu ini , memang kamu tidak jelas . Lebih sering menghubungi ku dengan sapaan yang mungkin sekedarnya .

Nar , semoga bisa terus berdoa untuk beliau ya . Oh ya , dapat salam dari mama . Katanya mama juga turut berduka .

Ketika surat ini aku buat , aku masih sedih mendengar kabar itu . Sekian ya Nar , terimakasih kalau kamu sudah baca surat ini.


Salam ,

Nir

Senin, 03 Februari 2014

Hari Ke-4 30 Hari Menulis Surat Cinta - Selebtweet itu Bang Soleh Solihun

Pagi Bang Soleh Solihun .. (Ga harus di baca pagi-pagi juga sih bang)

Hari ke-4 buat saya nulis surat nih Bang yang intinya saya harus nulis surat buat seleb tweet . Iya deh bang , Bang Soleh Solihun bukan seleb tweet tapi seleb beneran mungkin yah hhe.

The Rolling Stone
Slank
Iwan Fals
Seringai
The Beatles

Nama-nama musisi dan band di atas kesukaan Bang Soleh Solihun . Lagu-lagu mereka mungkin sering memanjakan telinga Bang Soleh Solihun.  Kerenlah serela musiknya . Yaa pantes aja pernah kerja di majalah musik .

Bang , kapan ngeblog lagi ? Pasti udah ga sempet banget ya buat ngeblog .

Bang , Kastana Taklukan Jakarta sudah saya baca habis loh bang . Cerita yang sederhana dengan bahasa yang asik tapi bermakna .

Bang , anaknya lucu ya . Istrinya cantik .

Bang , kenapa acara karikatur negeri yang tayang di salah satu stasiun TV itu pagi ? Bukan apa-apa, klo pagi soalnya saya kerja kan di kantor ga ada TV buat nonton acara itu .

Bang , kapan-kapan main ke Bekasi yaa stand up di Bekasi gitu hhe .

Segini dulu deh ya Bang Soleh Solihun yang punya 242.276 followers (mudah-mudahan pas dan pastinya nambah terus tuh followers) .

Sukses dan bahagia terus ya Bang Soleh Solihun .

Dari follower mu

Nirmala Hapsari

Minggu, 02 Februari 2014

Hari Ke-3 30 Hari Menulis Surat Cinta - Seseorang yang Suka Payung Teduh

"Di malam hari ... Menuju pagi ...
 Sedikit cemas ... Banyak rindunya ..." 

Sedikit lirik dari lagu yang pertama kali ku dengar . Kau mengirimkan kepada ku tentang lagu yang benar-benar belum pernah ku dengar.  Syahdu , mendayu , merdu . Mungkin itu kesan pertama yang ku dapat setelah mendengarkan lagu kiriman dari kau . Kau mengenalkan ku kepada band itu . Payung Teduh , ah sampai sekarang aku tetap suka dengan lagu yang pertama kali kau kirim itu walaupun kau mengirim judul lagu lainnya seperti Resah , Menuju Senja , Berdua Saja , Malam , Angin Pujaan Hujan , dan masih banyak lagi. 

Kemarin malam , tepat digelarnya konser amal untuk korban bencana di Sinabung . Singing toilet nama nya , salah satu pengisi acaranya adalah Payung Teduh . Aku menikmati acara itu dengan kau , iya dengan orang yang mengenalkanku pada Payung Teduh.

Saat acara berlangsung kau bilang , kau tahu Payung Teduh dari seseorang yang suka Payung Teduh . Aku pun tahu dengan seseorang yang kau maksud.  Seseorang yang suka Payung Teduh telah lama aku tahu , sekedar tahu dan mengenalnya lewat tulisan-tulisannya.  Dan ternyata seseorang yang suka Payung Teduh itu ada dalam acara itu . Aku , kau , dan seseorang yang suka Payung Teduh itu berada dalam ruangan yang sama . Tapi sedikit kecewa , aku tak bisa menemuinya sebab seseorang itu sedang liputan .

Payung Teduh , membawakan empat lagu . Tiga lagu kesukaan ku dan satu lagu kesukaan kau.  Lagu pertama yang dinyanyikan Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan , lalu lagu Angin Pujaan Hujan dilanjutkan dengan Resah dan yang terakhir Menuju Senja .

Aku dan kau kembali ke kota masing-masing . Acara belum selesai . Tak bertemu seseorang yang suka Payung Teduh tak membuat ku resah sebab masih banyak kesempatan yang akan terjadi di acara-acara berikutnya .

Maaf tak ada senyum hangat yang ku berikan untuk kau di akhir malam . Dipenghujung hari minggu yang syahdu .

Dari

Nirmala Hapsari 


Sabtu, 01 Februari 2014

Hari Ke-2 30 Hari Menulis Surat Cinta - Assalamualaikum , Pak Nov

Teruntuk Bapak Noviar Dja'var, M.Si
Di Bogor

Assalamualaikum, Pak

Apa kabar Pak ?
Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Saya masih ingin menjadi mahasiswa yang tiap minggunya bapak berikan kuliah. Saya juga masih ingin menemui bapak untuk sekedar diskusi tentang "Oil and Gas" (sesuatu yang menarik perhatian saya di bidang kimia). Saya juga masih ingin menjadi asisten bapak untuk kegiatan di laboratorium.

Ilmu yang bapak berikan selalu update yang sangat berguna bagi saya.  Saya masih ingat betul salah satu kata-kata dari bapak yang bunyinya "Jangan Menyimpulkan Sesuatu Kalau Tidak Valid". Kalau tidak salah kata-kata itu bapak berikan ketika bapak memberikan kuliah Kimia Analisis II yang banyak membahas tentang titrasi juga sedikit menyinggung tentang instrument.

Bapak selalu membiarkan saya untuk bebas berpikir apa-apa yang saya ingin tahu, menghargai dan mendengarkan pendapat saya. Terlebih lagi ketika pembuatan tugas akhir. Saya senang dibimbing oleh bapak. Saya juga ingat waktu itu bapak banyak sekali merevisi tulisan saya, sambil tersenyum bapak bilang "Nirmala , maaf ya tulisan kamu boleh kan bapak coret-coret untuk revisi ?". Tapi hasilnya cukup membanggakan pak. Ketika sidang tugas akhir itu salah satu dosen penguji (Pak Eman Suherman, M.Si) mengomentari tentang tugas akhir saya. Beliau bilang tulisan di tugas akhir saya sudah sangat bagus. Dan ketika itu pula saya melihat raut wajah bapak yang tersenyum bangga. Saya langsung berpikir, ini pasti karena banyak revisian dari bapak.

Sekian surat dari saya. Terimakasih untuk segala ilmu yang bukan hanya ilmu kimia yang bapak berikan kepada saya.

Dari mahasiswa kimia angkatan 2009

Nirmala Hapsari

Jumat, 31 Januari 2014

Hari ke-1 30 Hari Menulis Surat Cinta - Senja yang Tak Selalu Jingga

Teruntuk Senja,

Surat pertamaku ini aku tulis untuk kamu, Senja. Sebelumnya aku minta ijin dulu sebab aku memakai namamu diakun twitterku. Memang tidak seutuhnya namamu, kutambahkan kata "tulip" diawalnya. Semoga kamu berbesar hati dan mengijinkanku menggunakan namamu.

Senja, kamu begitu jingga. Indah tak terhingga. Aku bangga sebagai penikmatmu. Kamu sering menemaniku saat pilu atau luka karena rindu. Oh ya, akhir-akhir ini aku sering melihatmu tak indah, tak jingga maksudku. Kamu merelakannya karena hujan tiba. Hujan ketika senja.

Kamu hebat, kamu juara. Kamu sungguh ikhlas, sebab kamu merelakan jinggamu hilang entah kemana karena mendung pun hujan. Aku bisa belajar banyak dari keikhlasanmu itu, Senja .

Senja, aku rela jika surat ini hanya kamu baca tanpa sempat kamu balas. Karena aku tahu di luar sana banyak sekali manusia yang menuliskan surat cinta untuk mu.  Tidak sedikit juga yang mencintaimu, menyukaimu, mengagumimu dan menikmatimu. Aku adalah salah satu manusia yang mungkin ditakdirkan sebagai penikmat mu, Senja.

Segini dulu ya. Maaf jika suratku ini tidak romantis dan jauh dari kata-kata puitis. Semoga ketika kamu membaca surat ini, kamu akan tersenyum manis walaupun tipis.

Dari Penikmat Senja 

Rabu, 22 Januari 2014

Canggung

Bagai panggung yang sepi dengan penonton

Di samping orisinalitas lakon-lakon

Kau berdiri di belakang ku dengan monoton

Hingga kau tak tahu dirimu hanyalah bayang yang beratnya berton-ton


Aku tak pernah mengosongkan ruang

Tak pernah juga ada peluang

Selalu kau ku buang

Tanpa ku sadari aku pun malang


Jika "MATAHARI"mulai surut ,

Apakah kau akan tetap menunggunya ?