"Gelar yang pasti kita dapat yaitu ALMARHUM/ALMARHUMAH"
Jam 4 pagi aku bangun , hujan dan ku baca status bbm mu. Isinya tentang dukamu , ayahmu telah tiada . Aku bertanya sekedar memastikan karena sedikit tidak percaya tentang kejadian itu .
Hujan yang deras kemarin pagi mungkin menuangkan segala luapan rasa sedih mu . Kita memang tidak pernah tahu , tapi kita masih bisa berdoa .
Masih jelas ku ingat , ketika kamu bercerita tentang sesosok yang amat berharga dalam hidup mu . Kamu bilang kalau kamu selalu belajar mengaji sehabis subuh dengan beliau . Subhanallah . Lalu sekarang jika beliau telah tiada aku percaya kamu akan selalu melakukannya , lebih rajin mungkin.
Kamu juga bilang belum bisa membahagiakannya . Sedikit kalimat yang aku rasa itu adalah kalimat penyesalanmu . Tapi tidak , aku rasa kamu telah membahagiakan beliau . Setidaknya kamu kan sudah lulus , sudah meraih gelar ST dan menurutku itu sudah membahagiakan beliau.
Kamu masih sedih ? Ketika jenazah ayahmu dibawa ke Sukabumi untuk disemayamkan ? Pertanyaan itu seharusnya tidak perlu ku tanyakan . Sebab aku juga tahu jawab dari segala pertanyaanku.
Seminggu ini , memang kamu tidak jelas . Lebih sering menghubungi ku dengan sapaan yang mungkin sekedarnya .
Nar , semoga bisa terus berdoa untuk beliau ya . Oh ya , dapat salam dari mama . Katanya mama juga turut berduka .
Ketika surat ini aku buat , aku masih sedih mendengar kabar itu . Sekian ya Nar , terimakasih kalau kamu sudah baca surat ini.
Salam ,
Nir
Jam 4 pagi aku bangun , hujan dan ku baca status bbm mu. Isinya tentang dukamu , ayahmu telah tiada . Aku bertanya sekedar memastikan karena sedikit tidak percaya tentang kejadian itu .
Hujan yang deras kemarin pagi mungkin menuangkan segala luapan rasa sedih mu . Kita memang tidak pernah tahu , tapi kita masih bisa berdoa .
Masih jelas ku ingat , ketika kamu bercerita tentang sesosok yang amat berharga dalam hidup mu . Kamu bilang kalau kamu selalu belajar mengaji sehabis subuh dengan beliau . Subhanallah . Lalu sekarang jika beliau telah tiada aku percaya kamu akan selalu melakukannya , lebih rajin mungkin.
Kamu juga bilang belum bisa membahagiakannya . Sedikit kalimat yang aku rasa itu adalah kalimat penyesalanmu . Tapi tidak , aku rasa kamu telah membahagiakan beliau . Setidaknya kamu kan sudah lulus , sudah meraih gelar ST dan menurutku itu sudah membahagiakan beliau.
Kamu masih sedih ? Ketika jenazah ayahmu dibawa ke Sukabumi untuk disemayamkan ? Pertanyaan itu seharusnya tidak perlu ku tanyakan . Sebab aku juga tahu jawab dari segala pertanyaanku.
Seminggu ini , memang kamu tidak jelas . Lebih sering menghubungi ku dengan sapaan yang mungkin sekedarnya .
Nar , semoga bisa terus berdoa untuk beliau ya . Oh ya , dapat salam dari mama . Katanya mama juga turut berduka .
Ketika surat ini aku buat , aku masih sedih mendengar kabar itu . Sekian ya Nar , terimakasih kalau kamu sudah baca surat ini.
Salam ,
Nir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar