Nirmala

Minggu, 02 Maret 2014

Hari Ke-30 30 Hari Menulis Surat Cinta 'COBRA'

Gue bingung mau nulis apa untuk kalian. Kalian semua itu bukan sekedar teman, sahabat, atau musuh kalian adalah saudara.

Hari ini dimana kita masih bisa berkumpul. Menceritakan apa saja, menertawakan banyak hal.

Menikmati bintang hingga bintang pun lelah dan berlibdung di atas lembutnya awan. Siang hingga malam kita habiskan hari ini dengan kebersamaan.

Semoga kelak apa yang kita tertawakan masih bisa kita tertawakan dilain kesempatan.

Thanks yaa COBRA !!!
Keep Calm and tertawalah !!!

Dari,

Nirmala 

Sabtu, 01 Maret 2014

Hari Ke-29 30 Hari Menulis Surat Cinta - Memilih

Jika ada

Matahari

Bulan

Bintang

Daun

Hujan

Malam

Rindu

Dan....

Senja



Aku akan memilih 'Senja'


Dari seseorang yang tak punya pilihan

Kamis, 27 Februari 2014

Hari Ke-28 30 Hari Menulis Surat Cinta - Mencari Jalan

Apa yang aku cari hari ini dan seterusnya?
Jika aku adalah air aku akan mencari jalan untuk mengalir

Apa yang aku cari hari ini dan seterusnya?
Jika aku adalah matahari aku akan mencari awan untuk menghalangiku ketika ku bersedih

Apa yang aku cari hari ini dan seterusnya?
Jika aku adalah perahu kayu aku akan mencari aliran yang konstan dan tak liar arusnya

Apa yang aku cari hari ini dan seterusnya?
Jika aku adalah bunga aku akan memberikan warna setiap harinya

Apa yang aku cari hari ini dan seterusnya?
Jika aku adalah kekasihmu aku tak akan mencari lagi

Dari seorang pencari usang


Hari Ke-27 30 Hari Menulis Surat Cinta - Yang Masih Dirahasiakan



Kepada Yang Terhormat Calon Imamku (yang masih dirahasiakan),

Jika aku salah dan masih belum pantas menjadi yang kamu harapkan aku akan bersabar dengan terus memperbaiki diri. Namun aku tau, aku hanya manusia yang tak luput dari dosa dan jauh dari sempurna.

Kelak nanti kau ada, menjadi yang berdiri di depanku dengan memulai takbir dan diakhiri dengan salam, mengajariku membaca Al-QurĂ¡n. Berusaha menjaga jalinan keluarga yang harmonis tak usah romantis karena ku hanya ingin Ridho dari-Nya.  

Tak perlu sempurna, yang aku perlu adalah sebuah rasa darimu, tak perlu tampan karena yang aku butuhkan hanya kesetiaan.

Kelak nanti kau ada, menjadi yang setiap hari selalu ada di dalam pagiku. Memberi warna dalam kanvas hidupku. Akan aku jaga untuk selamanya.

Dari aku yang menantimu,

Calon istrimu (masih dalam masa memperbaiki diri)

Rabu, 26 Februari 2014

Hari Ke-26 30 Hari Menulis Surat Cinta - Dear #30HariMenulisSuratCinta

Dear #30HariMenulisSuratCinta,

Hari ke-26 ini aku ingin menulis untuk suatu misi yang aku jalankan selama tiga puluh hari terakhir ini. Meski belum genap tiga puluh hari aku menulis surat tapi mungkin lewat surat ini bisa aku ceritakan apa-apa yang aku rasakan selama menulis surat. Awalnya aku mengunjungi sebuah blog dan di blog itu aku membaca sebuah surat yang bloggernya buat untuk ibu nya yang telah tiada. Surat yang amat dalam makna dan kata-katanya. Lalu pada awal tahun ini aku mendapatkan informasi sendiri hasil dari keisenganku membuka situs-situs dan akun orang lain yang orang menyebutnya 'selebtweet'. Dari situ aku daftar sebagai salah satu orang yang akan rutin menulis surat cinta selama tiga puluh hari.

Banyak yang bertanya kenapa aku menulis surat selama itu dan apa tidak buntu suratnya akan ditujukan pada siapa. Terus terang aku sering buntu dan kehabisan ide untuk siapa surat yang akan aku buat. Tapi ide-ide 'gila' ku mucul entah dari mana. Bahkan saat sekarang aku sedang kerja di temani dokumen-dokumen yang menumpuk, tugas yang jauh dari kata selesai, dan tak ada udara atau bau tanah yang menyelinap lewat jendela yang amat ku suka.

Lewat #30HariMenulisSuratCinta ini aku bisa ungkapkan rasa setiap harinya lewat tulisan yang sederhana, kalimat yang tidak rapih bahkan dengan kata yang berceceran entah kemana. Aku senang bisa terlibat di #30HariMenulisSuratCinta ini. Ada beberapa orang yang tertawa ketika membaca surat dari ku, ada juga yang menangis . Ah tak penting akan dimuat di web poscinta.com atau tidak, yang lebih penting adalah pesan yang ingin aku sampaikan diterima dengan baik.

Dengan #30HariMenulisSuratCinta ini aku belajar konsisten, setidaknya konsisten untuk menulis setiap harinya. Tapi ada beberapa surat yang masih aku simpan, bukan karena aku tak ingin menyampaikannya kepada orang itu, hanya karena aku tak lihai menyusun kata menjadi kalimat untuk mengungkapkan dan menjadikan makna berharga dari yang aku rasa. Hampir setiap hari ada saja yang follow ke akun @tulipsenja ku, entah karena aku ikut #30HariMenulisSuratCinta atau bukan.

Terimakasih untuk #30HariMenulisSuratCinta, aku harap aku bisa ikut juga di tahun depan. Sebab kreativitas tanpa batas telah menjadikan rutinitas.

Dari aku yang ikut #30HariMenulisSuratCinta

Selasa, 25 Februari 2014

Hari Ke-25 30 Hari Menulis Surat Cinta - Untuk @penakecil



Sore Pena Kecil,

Hari Selasa ini aku di wajibkan menulis dengan surat bertema. Temanya untuk seseorang yang ikut juga menulis 30 Hari Menulis Surat Cinta. Surat ini tidak romantis seperti surat-surat yang kamu dapat dari seseorang. Ah aku so tau ya. 

Ini bukan surat cinta ya, tapi lewat surat ini aku mau bilang terimakasih. Pasti kamu akan bertanya terimakasih untuk apa tulipsenja? Ok penakecil, aku mau berterimakasih karena kamu sudah meresponku dan mau mengajakku ke dalam suatu perkumpulan yang kamu bilang ketje (Malam Puisi Bekasi). Semoga aku dan kamu selalu menyatu ya dalam wadah itu. Senang bisa kenal denganmu. Terutama pipimu yang mudah-mudahan tidak semakin besar.

Segini dulu ya penakecil. Aku bingung mau nulis apa lagi. Karena hanya itu yang bisa aku sampaikan di tengah-tengah kesibukan ku di sore ini.Mungkin ini surat terpendek yang pernah kamu dapat. Ah aku so tau lagi kan. 

Sekian dan terima jodoh

Tulipsenja

Minggu, 23 Februari 2014

Hari Ke-24 30 Hari Menulis Surat Cinta - Kepada Sebuah Tanda Tanya



Kepada sebuah tanda tanya,

Aku seakan menjadi pantomim yang tak memerlukan kata untuk sekedar mengungkapkan rasa. Aku enggan holistik dan dihasut oleh sebuah tanda tanya. Bermakam rasa kesengsaraan dan penghianatan.

Tak perlu berlari untuk sekedar bermimpi. Tak perlu mencari untuk sekedar memuji.

Naluri berkata, asa menguak, tabir hidup kian jauh dari sebuah tanda tanya. Tumpukan rindu semakin layu, terbakar waktu. Aku tak butuh sebuah tanda tanya. Aku tidak ingin bertanya. Aku sudah dapat menyimpulkannya sendiri, tidak dengan kata pun dengan kalimat panjang bermakna ganda.

Aku tak perlu menghapus kau, sebuah tanda tanya. Karena sekarang sebuah tanda tanya tak pernah ada. Seakan mendapatkan jawaban sebelum aku butuh tanda tanya. Jika kau tak percaya, lihat surat ini tidak ada sebuah tanda tanya. Aku bukan benci hanya saja aku tidak butuh. Tidak butuh sebuah tanda tanya untuk menunggu sebuah jawaban nantinya.

Dari aku yang tak butuh sebuah tanda tanya