Nirmala

Minggu, 17 Maret 2013

Mawar Pink dan Selembar Kertas


Seikat Mawar Pink :)



Terik matahari mulai menyapa kembali
Di Minggu siang sambil merebahkan badan
Aku dan kamarku terbalut dalam indahnya libur
Terdengar suara perempuan
Lantas aku berjalan menuju depan rumah
Seikat bunga mawar pink yang indah untuk ku
Terasa lutut lemas dan nafas terhenti
Saat anak perempuan itu memberikan
Seikat mawar pink dan selembar kertas

Terimakasih untuk seseorang yang selalu ada
Yang telah memberikan warna pink di Minggu siang
Terimakasih karena kamu memang yang pertama
Seseorang yang memberikan aku sesuatu yang indah
Terimakasih juga untuk kamu yang selalu mendengar
Ceritaku, tulisanku, tweet-tweet ku
Mungkin hanya satu yang belum bisa kamu dengar
Yaitu suara hati ku
Karena memang hati ini belum bisa mengeluarkan suara itu....

Minggu , 17 Maret 2013
Ketikan yang sederhana dengan ditemani seikat PINK :)
Selembar Kertas...

Senin, 18 Februari 2013

Cahaya Lilin




Satu lilin memercik ragu menatap malu
Lampu meja suram di pojok kamar
Semakin hari ‘tak ada lagi sudi jadi saksi
Untuk yang ‘tak pernah kembali...

Lilin yang mulai habis
Tapi malam yang ‘tak pernah usai...

Telapak Kaki ..


40 VS 45

Ada yang tau ini telapak kaki siapa ?
Umm...Ini telapak kaki saya dan teman se’Kota saya (NaOH). Mungkin telapak kaki kami hanya bisa berteriak dan mengeluh kepada sepatu, kaos kaki, tanah, atau bahkan aspal. Telapak kaki yang hampir tiap hari melewati 3 Kota dan 2 Provinsi . Berlebihan memang kalau harus menyebutkan 3 Kota dan 2 Provinsi , kesannya jauh tapi yang saya maksud dengan 3 kota itu adalah Bekasi, Jakarta dan Depok . 2 Provinsinya adalah DKI Jakarta dan Jawa Barat...
Keren bukan ?

Melangkah Mendekati Senja




Bagaimana bila suatu petang kau melangkah
untuk mendekati dia
Dan yang kau pandang di sana bukan wajahnya ?

Melainkan riak senja yang mengalir,
Arus awan di langit , dan ubur-ubur yang hanyut

Wajahnya menjadi jejak yang meraib
Dan terbawa dalam tenangnya air
di Pantai Pulau Tidung
Dan air adalah puisi itu

Sering kau menyaksikan wajahnya hanyut
Di dalam ketenangan air itu yang beda setiap waktu

Puisi adalah air yang tenang
di Pantai Pulau Tidung  itu
dan sebuah wajah lain
yang terus memandangimu

Di kedalaman waktu....





Putih dan Bertali....


Teman si Kaki

Putih dan bertali....pocong dong ? Bukan.......tapi itu sepatu saya...yaa itulah yang dapat saya deskripsikan tentang sepatu yang saya pakai ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di AKA CN . Sepatu ini berkesan. Berjuta kata yang belum bisa saya keluarkan ketika melihat gambar sepatu putih itu dan gambar itu saya sendiri yang ambil ketika selesai sholat dan tidur di Mushollah kampus saat menghabiskan waktu untuk menunggu jam kuliah berikutnya.

Sepatu putih dan Mushollah ... dua benda yang mungkin sangat hafal dengan pertemuan saya dengan dia . Pertemuan yang begitu berkesan juga dengan perpisahan yang tak kalah berkesannya .....
Dan hidup saya pun semakin berwarna ....