Nirmala

Senin, 03 Februari 2014

Hari Ke-4 30 Hari Menulis Surat Cinta - Selebtweet itu Bang Soleh Solihun

Pagi Bang Soleh Solihun .. (Ga harus di baca pagi-pagi juga sih bang)

Hari ke-4 buat saya nulis surat nih Bang yang intinya saya harus nulis surat buat seleb tweet . Iya deh bang , Bang Soleh Solihun bukan seleb tweet tapi seleb beneran mungkin yah hhe.

The Rolling Stone
Slank
Iwan Fals
Seringai
The Beatles

Nama-nama musisi dan band di atas kesukaan Bang Soleh Solihun . Lagu-lagu mereka mungkin sering memanjakan telinga Bang Soleh Solihun.  Kerenlah serela musiknya . Yaa pantes aja pernah kerja di majalah musik .

Bang , kapan ngeblog lagi ? Pasti udah ga sempet banget ya buat ngeblog .

Bang , Kastana Taklukan Jakarta sudah saya baca habis loh bang . Cerita yang sederhana dengan bahasa yang asik tapi bermakna .

Bang , anaknya lucu ya . Istrinya cantik .

Bang , kenapa acara karikatur negeri yang tayang di salah satu stasiun TV itu pagi ? Bukan apa-apa, klo pagi soalnya saya kerja kan di kantor ga ada TV buat nonton acara itu .

Bang , kapan-kapan main ke Bekasi yaa stand up di Bekasi gitu hhe .

Segini dulu deh ya Bang Soleh Solihun yang punya 242.276 followers (mudah-mudahan pas dan pastinya nambah terus tuh followers) .

Sukses dan bahagia terus ya Bang Soleh Solihun .

Dari follower mu

Nirmala Hapsari

Minggu, 02 Februari 2014

Hari Ke-3 30 Hari Menulis Surat Cinta - Seseorang yang Suka Payung Teduh

"Di malam hari ... Menuju pagi ...
 Sedikit cemas ... Banyak rindunya ..." 

Sedikit lirik dari lagu yang pertama kali ku dengar . Kau mengirimkan kepada ku tentang lagu yang benar-benar belum pernah ku dengar.  Syahdu , mendayu , merdu . Mungkin itu kesan pertama yang ku dapat setelah mendengarkan lagu kiriman dari kau . Kau mengenalkan ku kepada band itu . Payung Teduh , ah sampai sekarang aku tetap suka dengan lagu yang pertama kali kau kirim itu walaupun kau mengirim judul lagu lainnya seperti Resah , Menuju Senja , Berdua Saja , Malam , Angin Pujaan Hujan , dan masih banyak lagi. 

Kemarin malam , tepat digelarnya konser amal untuk korban bencana di Sinabung . Singing toilet nama nya , salah satu pengisi acaranya adalah Payung Teduh . Aku menikmati acara itu dengan kau , iya dengan orang yang mengenalkanku pada Payung Teduh.

Saat acara berlangsung kau bilang , kau tahu Payung Teduh dari seseorang yang suka Payung Teduh . Aku pun tahu dengan seseorang yang kau maksud.  Seseorang yang suka Payung Teduh telah lama aku tahu , sekedar tahu dan mengenalnya lewat tulisan-tulisannya.  Dan ternyata seseorang yang suka Payung Teduh itu ada dalam acara itu . Aku , kau , dan seseorang yang suka Payung Teduh itu berada dalam ruangan yang sama . Tapi sedikit kecewa , aku tak bisa menemuinya sebab seseorang itu sedang liputan .

Payung Teduh , membawakan empat lagu . Tiga lagu kesukaan ku dan satu lagu kesukaan kau.  Lagu pertama yang dinyanyikan Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan , lalu lagu Angin Pujaan Hujan dilanjutkan dengan Resah dan yang terakhir Menuju Senja .

Aku dan kau kembali ke kota masing-masing . Acara belum selesai . Tak bertemu seseorang yang suka Payung Teduh tak membuat ku resah sebab masih banyak kesempatan yang akan terjadi di acara-acara berikutnya .

Maaf tak ada senyum hangat yang ku berikan untuk kau di akhir malam . Dipenghujung hari minggu yang syahdu .

Dari

Nirmala Hapsari 


Sabtu, 01 Februari 2014

Hari Ke-2 30 Hari Menulis Surat Cinta - Assalamualaikum , Pak Nov

Teruntuk Bapak Noviar Dja'var, M.Si
Di Bogor

Assalamualaikum, Pak

Apa kabar Pak ?
Semoga bapak selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Saya masih ingin menjadi mahasiswa yang tiap minggunya bapak berikan kuliah. Saya juga masih ingin menemui bapak untuk sekedar diskusi tentang "Oil and Gas" (sesuatu yang menarik perhatian saya di bidang kimia). Saya juga masih ingin menjadi asisten bapak untuk kegiatan di laboratorium.

Ilmu yang bapak berikan selalu update yang sangat berguna bagi saya.  Saya masih ingat betul salah satu kata-kata dari bapak yang bunyinya "Jangan Menyimpulkan Sesuatu Kalau Tidak Valid". Kalau tidak salah kata-kata itu bapak berikan ketika bapak memberikan kuliah Kimia Analisis II yang banyak membahas tentang titrasi juga sedikit menyinggung tentang instrument.

Bapak selalu membiarkan saya untuk bebas berpikir apa-apa yang saya ingin tahu, menghargai dan mendengarkan pendapat saya. Terlebih lagi ketika pembuatan tugas akhir. Saya senang dibimbing oleh bapak. Saya juga ingat waktu itu bapak banyak sekali merevisi tulisan saya, sambil tersenyum bapak bilang "Nirmala , maaf ya tulisan kamu boleh kan bapak coret-coret untuk revisi ?". Tapi hasilnya cukup membanggakan pak. Ketika sidang tugas akhir itu salah satu dosen penguji (Pak Eman Suherman, M.Si) mengomentari tentang tugas akhir saya. Beliau bilang tulisan di tugas akhir saya sudah sangat bagus. Dan ketika itu pula saya melihat raut wajah bapak yang tersenyum bangga. Saya langsung berpikir, ini pasti karena banyak revisian dari bapak.

Sekian surat dari saya. Terimakasih untuk segala ilmu yang bukan hanya ilmu kimia yang bapak berikan kepada saya.

Dari mahasiswa kimia angkatan 2009

Nirmala Hapsari

Jumat, 31 Januari 2014

Hari ke-1 30 Hari Menulis Surat Cinta - Senja yang Tak Selalu Jingga

Teruntuk Senja,

Surat pertamaku ini aku tulis untuk kamu, Senja. Sebelumnya aku minta ijin dulu sebab aku memakai namamu diakun twitterku. Memang tidak seutuhnya namamu, kutambahkan kata "tulip" diawalnya. Semoga kamu berbesar hati dan mengijinkanku menggunakan namamu.

Senja, kamu begitu jingga. Indah tak terhingga. Aku bangga sebagai penikmatmu. Kamu sering menemaniku saat pilu atau luka karena rindu. Oh ya, akhir-akhir ini aku sering melihatmu tak indah, tak jingga maksudku. Kamu merelakannya karena hujan tiba. Hujan ketika senja.

Kamu hebat, kamu juara. Kamu sungguh ikhlas, sebab kamu merelakan jinggamu hilang entah kemana karena mendung pun hujan. Aku bisa belajar banyak dari keikhlasanmu itu, Senja .

Senja, aku rela jika surat ini hanya kamu baca tanpa sempat kamu balas. Karena aku tahu di luar sana banyak sekali manusia yang menuliskan surat cinta untuk mu.  Tidak sedikit juga yang mencintaimu, menyukaimu, mengagumimu dan menikmatimu. Aku adalah salah satu manusia yang mungkin ditakdirkan sebagai penikmat mu, Senja.

Segini dulu ya. Maaf jika suratku ini tidak romantis dan jauh dari kata-kata puitis. Semoga ketika kamu membaca surat ini, kamu akan tersenyum manis walaupun tipis.

Dari Penikmat Senja 

Rabu, 22 Januari 2014

Canggung

Bagai panggung yang sepi dengan penonton

Di samping orisinalitas lakon-lakon

Kau berdiri di belakang ku dengan monoton

Hingga kau tak tahu dirimu hanyalah bayang yang beratnya berton-ton


Aku tak pernah mengosongkan ruang

Tak pernah juga ada peluang

Selalu kau ku buang

Tanpa ku sadari aku pun malang


Jika "MATAHARI"mulai surut ,

Apakah kau akan tetap menunggunya ?

Senin, 16 Desember 2013

C e l a ah

setelah aku telaah , mungkin tak akan ada celah
ah untuk apa celah ?

aku akan berdiam untuk tak menguak tentang kita
ah untuk apa kita ?

ketika aku merasa sudah lupa tentang dirimu , kau masuk di mimpiku
ah untuk apa mimpi ?

kau sering membias tentang perasaan yang ada
ah untuk apa ada ?

resah ku semakin dalam ketika hujan menyerang perasaan ]
ah untuk apa perasaan ?

aku terlalu cinta dengan diriku ,
terlalu fokus dengan kesendirian,
terlalu berbicara dengan hati sendiri,
terlalu banyak pertanyaan,

AH UNTUK APA AKU MENCERITAKANNYA ?

Rabu, 11 Desember 2013

Tunangan Tuan ?

Tuan .. Kali ini saya tahu .
Tahu sekali tentang pertunangan tuan . Saya tau karena orang tua tuan
datang dan bercerita dengan ayah saya , ketika ayah tuan menjenguk
ayah saya yang baru saja pulang dari rumah sakit beberapa hari lalu ,
ke rumah saya . Ayah tuan menginstruksikan kepada ayah saya agar
segera mengimplementasikan segalanya untuk pertunangan tuan .

Jelas tuan , itu jelas bagi saya .
Saya senang tuan . Saya amat senang . Saya tahu tentang perempuan yang
akan tuan nikahi nanti . Perempuan yang dulu sering tuan ceritakan
kepada saya . Perempuan itu terlalu sempurna ya tuan , cocok untuk
tuan . Ah , yang penting itu tuan bahagia . Soal saya ? Saya bukan apa
- apa tuan . Hanya seorang yang mengintai , mengamat , memuja , yaa
apalah namanya itu .

Kalau ingat dulu , saya sering perhatikan tuan yang baru pulang
sekolah . Lewat jalan sempit dan becek , banyak lubang dan genangan .
Waktu itu tuan beseragam putih biru . Saya ? Ya saya masih berseragam
putih merah . Masih kecil ya tuan , iya tapi saya sudah kagum sama
tuan .

Lalu tuan ingat ? Tentang gonta-ganti kendaraan tuan ? Saya hafal tuan
. Tentang merk-merk baju distro yang tuan pakai ? Saya juga hafal tuan
. Karena tuan setelah berseragam putih abu-abu , tuan lebih sering
lewat depan rumah saya . Tuan lewat jalan besar karena membawa
kendaraan.

Lalu tuan ingat ?  tentang seseorang yang sering telpon tuan. Iya ,
itu saya tuan . Cukup dengan mendengar suara tuan , cukup dengan tau
keberadaan tuan itu sudah membuat hati saya sekejap saja
berbunga-bunga . Tak perlu tuan , tuan tak perlu tahu siapa saya .
Saya tak pernah menyebutkan nama saya , apalagi asal usul saya .

Lalu tuan ingat ? waktu itu saya mampir ke kedai roti bakar atau
pisang bakar apalah itu nama nya . Setelah itu tuan menemui saya di
tempat itu . Tuan bercerita tentang perempuan yang amat sempurna itu .
Saya senang sekali tuan , hanya sekedar untuk bercerita dengan saya
dan melihat air muka tuan . Indah tuan , tuan terlihat tidak ada rasa
khawatir . Nyaman sekali rasanya bisa berbicara dengan tuan .

Lalu tentang kita sering kontak dua tahun terakhir ini tuan .
Sebelumnya maaf tuan , mungkin kalimat sebelumnya saya salah . Kenapa
salah? Maaf tuan , saya memakai kata "kita" , saya tau tuan , "kita"
itu tidak pernah ada untuk saya dan tuan . Iya benar tuan , dua tahun
ini saya dan tuan berkomunikasi dengan telpon seluler yang katanya
smart itu tuan . Saya senang menggunakan telpon seluler itu tuan ,
saya bisa lihat apa yang di-update oleh tuan . Cukup mengamati tuan
dari jauh saja itu menyenangkan tuan , amat menyenangkan .

Lalu tuan ingat ? Saya bertemu dengan tuan dan perempuan itu di sebuah
tempat makan , ah gerobak itu sih ya tuan . Karena hanya bubur ayam
yang disajikan oleh penjualnya . Saat itu tidak sengaja setelah saya
selesai makan , tuan datang bersama perempuan itu . Perempuan yang
amat susah payah tuan dapatkan hatinya .

Tuan tahu ? Menghafal rumus kimia itu berbanding terbalik dengan
menghafal gerak-gerik tuan . Iya tuan . Rumus kimia itu sangat sulit
dihafal . Tapi apa ? Gerak-gerik tuan sangat mudah dihafal . Mungkin
karena saya terlalu fokus dengan tuan .

Rasa ... Entahlah tuan . Rasa ini beredar ke seluruh hati saya , tuan
. Tumbuh merambat , makin lama makin merambat tuan .

Maaf tuan , saya tidak bisa menuliskan kata-kata yang indah untuk tuan
. Tidak bisa memuja tuan dengan perkataan yang mesra . Apalagi untuk
menatap wajah tuan . Saya tidak sanggup tuan . Bukan apa-apa , saya
hanya tidak mau saya terus berpikir dan ingin memiliki sesuatu yang
tak pernah bisa saya miliki , tuan .

Sekarang saya senang tuan , bahkan amat bahagia mendengar tuan akan
tunangan setelah itu menikah dengan perempuan itu . Sungguh tuan .
Karena saya tahu , tuan sangat menginginkannya . Saya tidak sakit hati
tuan , jika ini nama nya cinta ah boleh jadi tidak dan lebih tinggi
dari kata cinta . Boleh saya bilang ini ke-ikhlas-an tuan ? Ah tapi
ikhlas itu tidak pernah menyebutkan kata ikhlas ya tuan . Selamat ya
tuan , jika nanti hari itu datang , mungkin bibir ini akan terdiam ,
hati ini akan mendekam dan rasa ini akan tenggelam ~